Perjalanan Panjang
Perjalanan Hidup Seorang I Ghoest Nurapratama “T@m@”

Nov
13

anime_guy.jpgAkhlaq bagus, berpendidikan tinggi, wawasan luas, berwajah tampan pula. Belum lagi didukung dengan kemapanan ekonomi yang bisa terlihat dari kendaraan dan rumah pribadinya. Meski demikian, kerendahan hatinya yang begitu menonjol menjadikannya begitu bersahaja. Tidak sombong dan justru sangat dermawan, dekat dengan segala golongan tidak memandang status dan membeda-bedakan orang berdasarkan kelas-kelas ekonomi. Terakhir yang tidak kalah pentingnya, mampu menunjukkan bakat kepemimpinan yang mumpuni. Bermimpikah bila ada gadis muslimah yang mendambakan seorang pendamping dengan kriteria diatas? Atau bolehkah memimpikannya?

Tentu saja, setiap orang -laki-laki maupun wanita- berhak menentukan kriteria orang yang akan dijadikan calon pendampingnya kelak. Karena, seperti yang dicita-citakan hampir semua wanita, cukup satu kali menikah untuk seumur hidup meski terkadang ada sebagian yang harus menerima kenyataan menikah untuk kesekian kalinya karena alasan-alasan tertentu. Terlebih bagi mereka yang memang diberikan kemurahan-Nya memiliki kualitas lebih dari yang lain, entah karena paras cantiknya, jenjang pendidikan, tingkat kemapanan ekonomi, lingkungan dan pergaulan, atau karena kelebihan-kelebihan lainnya, mereka yang dengan berbagai kelebihan yang dimiliki itu tentu saja lebih merasa berhak untuk mematok kriteria tinggi untuk seorang calon pendamping. Setidaknya, pikir mereka, “peluangnya lebih besar” meski harus disadari bahwa segala sesuatu yang bakal berlaku dalam hidup ini, tentu saja Allah penentu akhirnya.

Cantik, masih muda (dibawah 23 tahun atau masih berstatus mahasiswi), bukan hal aneh jika dikala ini masih cenderung membanding-bandingkan satu dengan yang lainnya untuk kemudian menentukan yang lebih baik. Bahkan bukan tidak mungkin masih menantikan hadirnya calon lain disamping yang sedang dibandingkannya. “Siapa tahu, yang datang kemudian lebih oke” pikirnya. Diusia seperti, ini idealisme seorang masih sangat tinggi sehingga, tidaklah heran jika ada orang yang membuat ‘joke’, salah satu kesibukan mereka adalah “sibuk nolak” terlebih terhadap laki-laki yang memang dianggap bukan kelasnya. Padahal yang ditolak itu sebenarnya juga “nggak rendah-rendah amat kualitasnya”, mungkin hanya kurang menarik, atau karena belum mempunyai pekerjaan mapan. Ada juga, alasan-alasan yang tidak masuk akal semisal perbedaan suku. Namun sudah pasti, ini tidak berlaku umum, karena buktinya, banyak juga mereka yang menikah diusia ini dengan menafikan hal-hal seperti wajah atau kemapanan ekonomi.

Sedikit diatas mereka (usia sekitar 25 tahun), baik mereka yang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi atau sebagian yang lain yang sudah mendapatkan pekerjaan, mungkin saja kondisi tersebut mempertinggi ‘daya tawar’ mereka, namun justru pada usia ini pola pikir mereka tentang masa depan sudah mulai terbentuk dan punya arah yang lebih jelas. Pandangannya tentang calon pendamping tidak mutlak pada sisi fisiologis (tampan, berduit). Kalaupun ada pandangan ke arah tersebut, kadarnya pun tidak terlalu tinggi, setidaknya mereka juga lebih objektif mengukur dengan kualitas diri untuk disesuaikan dengan kriteria calon yang diharapkan.

Lain halnya dengan mereka yang sudah mendekati ‘kepala tiga’. Meski tidak bisa dipukul rata, namun tidak sedikit yang ‘banting harga’ di usia ini. Mereka yang ketika masih menjadi mahasiswi atau usia tidak lebih dari seperempat abad seringkali menampik kesempatan, menepis yang datang karena tingginya ‘idealisme’ dan patokan kriteria yang ditancapkan, mulai menurunkan kriteria calon, “Asal baik, sholatnya bener okelah”. Bahkan diusia kepala tiga, ada saja yang lebih gila-gilaan soal jodoh yang bisa terlihat dari ungkapan-ungkapan seperti, “asal ada yang mau”, “nunggu yang sholeh bener nggak datang-datang, yang ada ini juga bolehlah,” atau yang lebih ekstrim, “syukur ada yang mau”.

Patutlah menaruh hormat kepada para muslimah yang diusia kepala tiga atau lebih, tetap konsisten dengan mematok standar yang cukup realitis, Akhlak bagus (shaleh), jujur, amanah dan bertanggungjawab, berpenghasilan, serta memiliki jiwa pemimpin. Mereka tetap yakin bahwa Allah, dengan kerahasiaan-Nya sudah mengatur segala hal yang berkenaan dengan dirinya. Dengan tetap berkeyakinan seperti itu, kepercayaan dirinya mampu mengalahkan keresahan dan kegalauan yang terkadang muncul, “Hanya soal waktu, disinilah diuji kesabaran”, “Mungkin Allah mentakdirkan untuk lebih lama hidup sendiri” hiburnya. Ada pula wanita-wanita yang karena alasan tertentu sengaja menunda pernikahan. Mereka tidak pernah menyesal terlambat menikah, atau menyesal telah menepis sekian banyak pemuda baik-baik yang datang kepadanya. Mereka, tetap tegar menatap hidup merengkuh masa depan yang menanti.

Namun bagi yang ‘masih muda dan belum terlambat’, tiada salahnya juga untuk tidak segera menepis datangnya calon pendamping hanya karena kriterianya sedikit dibawah standar, karena siapa tahu -Maha Suci Allah dengan segala kerahasiaan-Nya- dialah yang sengaja dikirimkan Allah untuk anda. Karena juga belum tentu, pujaan hati dengan label tinggi yang selama ini dinanti segera datang, bahkan bisa jadi masih jauh. Who knows? Wallahu a’lam bishshowaab

Nov
12

Sering kita membaca berita di media cetak dan mendengar/melihat tayangan di media elektronik…..gara-gara tidak direstui orang tuanya, sepasang kekasih nekat bunuh diri….karena dibakar api cemburu, seorang suami tega membunuh istrinya sendiri….Atau lihatlah disekitar kita…..sepasang ABG berduaan dengan sangat mesra di tempat umum yang membuat kita merasa risih. Itukah cerminan dari sebuah cinta? Dan sebenarnya apa arti cinta itu sendiri?

Kita juga sering mengalami kesulitan untuk mendefinisikan cinta. Seperti syair lagunya Michael Bolton “……you don’t know what is love….”. Saking sulitnya memahami apa itu cinta, Dewa, salah satu group band yang digandrungi anak muda zaman sekarang, menyebut “cinta adalah misteri”

Sedangkan menurut Iip Wijayanto dalam seri Manajemen Cinta-nya, mengartikan cinta sebagai bahasa ekspresi yang paling universal, yang bisa diekspresikan oleh siapa saja dalam konteks bangunan hubungan apapun. Baik itu cinta seorang ayah atau ibu kepada anak-anaknya , cinta seorang suami kepada istrinya, cinta seorang kakak kepada adik-adiknya, cinta seorang kepada sahabatnya dan cinta siapa kepada siapa atau apa saja.

Menarik memang membahas masalah cinta, bahkan Syaikhul Islam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah menerbitkan sebuah kitab cinta yang berjudul Raudhah Al Muhibbin wa Nuhzah Al Musytaqin. Kitab ini mengartikan cinta dalam tiga pengertia, yaitu:
1. Seperti singa dan pedang
2. Seperti bencana besar
3. Seperti arak yang memabukkan
Dramatis memang pengertian cinta ini, seolah cinta itu tiada yang berkonotasi positif. Tiga pengertian ini menyatu didalam cinta, sehingga muncul hampir enam puluh istilah untuk cinta, diantaranya adalah: kasih sayang(al-mahabbah), kerinduan(as sabwah), nafsu(al hawa), cinta yang membara(al jawa), sakit karena cinta(ad danafu), derita(al wasabu), kasih yang tulus(al wuddu) dan sahabat(al khilmu).

Tapi benarkah tidak ada definisi cinta yang baku sehingga kita selalu mencari dan bingung mengartikan cinta. Atau sebenarnya cinta adalah sesuatu yang sangat relatif sehingga bisa diartikan oleh siapa saja sesuai dengan keinginannya. Seperti yang sering dsitir oleh para penyair ”biarkan cinta tetap cinta?”

Menurut penulis, mengetahui apa itu cinta adalah sesuatu yang penting, karena kegagalan memahami cinta membawa kepada kesalahan mengekspresikan cinta dalam kehidupan ini. Kesalahan itu bisa berakibat fatal seperti kasus bunuh diri sepasang kekasih dan pembunuhan istri oleh suaminya sendiri atau pelanggaran moral etika seperti sepasang ABG mesra tadi. Kasus ini setidaknya bisa menggambarkan cinta seperti pendapat Al Jauziyah. Dan itu hanya sedikit contoh dari sekian banyak kisah cinta yang ada.

Sebagai seorang muslim sebenarnya kita tidak perlu bingung mengartikan cinta, karena semuanya telah diatur dalam Al Quran dan Hadits. Islam menempatkan cinta sebagaimana firman Allah SWT dalam QS At Taubah ayat 24:

“Katakanlah: jika bapak-bapak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu sukai daripada Allah dan Rasulnya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya.”

Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang fasiq.
Berdasarkan ayat tersebut dapat kita buat hirarki cinta sebagai berikut:
1. Mahabbatullah wa Rasulullah(mencintai Allah dan Rasulnya)
2. Mahabbatunnas(mencintai manusia) dan
3. Mahabbatul maal(mencintai harta)

Dalam perspektif substansinya, mahabbatullah disebut sebagai cinta ilahi, cinta langit atau cinta primer, sedangkan mahabbatunnas dan mahabbatul mal disebut cinta makhluk, cinta bumi atau cinta sekunder.

Cinta adalah panggilan hati, ekspresi dan konsekuensi, begitulah kata Kahlil Gibran dalam syairnya:
“Pabila cinta memanggilmu, ikutlah dia
Walau jalannya terjal berliku-liku
Dan pabila sayapnya merangkummu
Pasrah dan menyerahlah
Walau pedang yang tersembunyi
Disela sayap itu melukaimu“

Islam memandang panggilan hati, ekspresi dan konsekuensi cinta ilahi, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para sahabat. Al Jauziyah menggambarkan betapa tulusnya cinta tersebut sebagaimana syairnya:
“Kupunya sekeping hati yang ditebari cinta
Karena cinta dia rela menghadap penyiksa
Cinta merebut dirimu dengan pengorbanan jiwa
Kan kutebus pula sesuatu diatas jiwa”

Sedangkan dalam hubungannya dengan cinta makhluk Imam Ali bin Abi Thalib r.a. telah memberikan nasehat kepada kita
“Cintailah kekasih Anda sekadarnya saja, karena bisa jadi pada suatu hari dia akan menjadi orang yang membencimu. Dan bencilah orang yang membencimu sekedarnya saja, karena bisa jadi suatu hari dia akan menjadi kekasih Anda”

Itulah cinta! Semoga kita bisa memahaminya, mengekspresikan dengan benar dan tidak terlena karenanya.

Wallahu A’lam Bisshawab!

Nov
11

Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa’at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.

****

Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita.
Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita.
Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya, keringatnya.


Istighfar, istighfarlah
Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orangtuanya.
Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya, atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya.
Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini.

Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya.

Astaghfirullahal Adhiim
Astaghfirullahal Adhiim

Nov
09

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Seringkali kita dengar orang-orang yang membangun
karir bertahun-tahun akhirnya terpuruk oleh kelakuan keluarganya. Ada yang dimuliakan di kantornya tapi dilumuri aib oleh anak-anaknya sendiri, ada yang cemerlang karirnya di perusahaan tapi akhirnya pudar oleh perilaku istrinya dan anaknya. Ada juga yang populer di kalangan masyarakat tetapi tidak populer di hadapan keluarganya. Ada yang disegani dan dihormati di lingkungannya tapi oleh anak istrinya sendiri malah
dicaci, sehingga kita butuh sekali keseriusan untuk menata strategi yang tepat, guna meraih kesuksesan yang benar-benar hakiki. Jangan sampai kesuksesan kita semu. Merasa sukses padahal gagal, merasa mulia padahal hina, merasa terpuji padahal buruk, merasa cerdas padahal bodoh, ini tertipu!
Penyebab kegagalan seseorang diantaranya :

  • Karena dia tidak pernah punya waktu yang memadai
    untuk mengoreksi dirinya. Sebagian orang terlalu sibuk dengan kantor, urusan luar dari dirinya akibatnya dia kehilangan fondasi yang kokoh. Karena orang tidak bersungguh-sungguh menjadikan keluarga sebagai basis yang penting untuk kesuksesan.

  • Sebagian orang hanya mengurus keluarga dengan sisa waktu, sisa pikiran, sisa tenaga, sisa perhatian, sisa perasaan, akibatnya seperti bom waktu. Walaupun uang banyak tetapi miskin hatinya. Walaupun kedudukan tinggi tapi rendah keadaan keluarganya.

Oleh karena itulah, jikalau kita ingin sukses, mutlak bagi kita untuk sangat serius membangun keluarga sebagai basis (base), Kita harus jadikan keluarga kita menjadi basis ketentraman jiwa. Bapak pulang kantor begitu lelahnya harus rindu rumahnya menjadi oase ketenangan. Anak pulang dari sekolah harus merindukan suasana aman di rumah. Istri demikian juga. Jadikan rumah kita menjadi oase ketenangan, ketentraman, kenyamanan sehingga bapak, ibu dan anak sama-sama senang dan betah tinggal dirumah.

Agar rumah kita menjadi sumber ketenangan, maka perlu diupayakan:

  • Jadikan rumah kita sebagai rumah yang selalu dekat dengan Allah SWT, dimana di dalamnya penuh dengan aktivitas ibadah; sholat, tilawah qur’an dan terus menerus digunakan untuk memuliakan agama Allah, dengan kekuatan iman, ibadah dan amal sholeh yang baik, maka rumah tersebut dijamin akan menjadi sumber ketenangan.

  • Seisi rumah Bapak, Ibu dan anak harus punya kesepakatan untuk mengelola perilakunya, sehingga bisa menahan diri agar anggota keluarga lainnya merasa aman dan tidak terancam tinggal di dalam rumah itu, harus ada kesepakatan diantara anggota keluarga bagaimana rumah itu tidak sampai menjadi sebuah neraka.

  • Rumah kita harus menjadi “Rumah Ilmu” Bapak, Ibu dan anak setelah keluar rumah, lalu pulang membawa ilmu dan pengalaman dari luar, masuk kerumah berdiskusi dalam forum keluarga; saling bertukar pengalaman, saling memberi ilmu, saling melengkapi sehingga menjadi sinergi ilmu. Ketika keluar lagi dari rumah terjadi peningkatan kelimuan, wawasan dan cara berpikir akibat masukan yang dikumpulkan dari luar oleh semua anggota keluarga, di dalam rumah diolah, keluar rumah jadi makin lengkap.

  • Rumah harus menjadi “Rumah pembersih diri” karena tidak ada orang yang paling aman mengoreksi diri kita tanpa resiko kecuali anggota keluarga kita. Kalau kita dikoreksi di luar resikonya terpermalukan, aib tersebarkan tapi kalau dikoreksi oleh istri, anak dan suami mereka masih bertalian darah, mereka akan menjadi pakaian satu sama lain.Oleh karena itu,barangsiapa yang ingin terus menjadi orang yang berkualitas, rumah harus kita sepakati menjadi rumah yang saling membersihkan seluruh anggota keluarga. Keluar banyak kesalahan dan kekurangan, masuk kerumah saling mengoreksi satu sama lain sehingga keluar dari rumah, kita bisa mengetahui kekurangan kita tanpa harus terluka dan tercoreng karena keluarga yang mengoreksinya.

  • Rumah kita harus menjadi sentra kaderisasi sehingga Bapak-Ibu mencari nafkah, ilmu, pengalaman wawasan untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita sehingga kualitas anak atau orang lain yang berada dirumah kita, baik anak kandung, anak pungut atau orang yang bantu-bantu di rumah, siapa saja akan meningkatkan kualitasnya. Ketika kita mati, maka kita telah melahirkan generasi yang lebih baik. Tenaga, waktu dan pikiran kita pompa untuk melahirkan generasi-generasi yang lebih bermutu, kelak lahirlah kader-kader pemimpin yang lebih baik. Inilah sebuah rumah tangga yang tanggung jawabnya tidak hanya pada rumah tangganya tapi pada generasi sesudahnya serta bagi lingkungannya.
Nov
08

Hidup memang berat kang, ini ika alami…bukan kata orang lain….tapi itulah hidup, kita harus jalani agar hidup kita jadi terasa lebih hidup. Hidup memang ladang ujian…sanggupkah kita melewatinya??….. andai saja dalam hidup ini tak ada kesedihan….. air mata….. kekecewaan…… sakit hati…… penyesalah….. keluh kesah….. akankah hidup kita terasa indah??…… Ika rasa nggak tuh! pasti semuanya akan hambar, karena :
Bagaimana kita bisa merasa bahagia klo kita gak tau rasanya sedih……
Bagaimana kita bisa tertawa klo kita gak pernah menangis…..
Bagaimana kita bisa merasa puas klo kita gak tau rasanya kecewa…..
Bagaimana kita bisa merasa hati berbunga2 klo kita ta tau rasanya sakit hati….
memang itulah hidup……..
ada siang …… ada malam…..
ada susah ….. ada senang….
ada tertawa …… ada menangis …..
ada sempit ….. ada lapang…
ada kebahagiaan …… ada kesedihan
ada pertemuan …… ada perpisahan ….
ada cinta ….. ada benci ……
ada bosan ….. ada rindu …..
ada kebaikan ….. ada kejahatan…..
ada kaya ….. ada miskin…..
ada sukses …… ada gagal…..
ada wanita ….. ada laki2…..
ada ika …… ada akang……(lho…. nggak nyambung ya ya..he..he..he..)
tapi memang bgitu kan kang….? Itulah hidup penuh warna…penuh corak….

Kita tau semuanya….. tapi tak bisa dipungkiri kita selalu kecewa klo cerita hidup kita gak sesuai dengan harapan… yang membuat kita jadi tak bersyukur atas apa yang telah tuhan berikan kepada kita …. padahal kita tau….tuhan sudah memberikan kebaikan jauh lebih banyak dari kesulitan yang kita dapat. Tapi itulah manusia…… dengan segala keterbatasannya….. kekurangannya……

Ekpresi diri …… itu penting kang, Wajar aja kalau kita menangis dikala kita bersedih, tertawa dikala kita senang, kecewa dikala kita gagal, kayaknya bukan pemborosan dech….. coba akang bayangkan… klo ada orang yang suami/ istri/anaknya meninggal, trus dia tersenyum atau malah tertawa…… Apa bukan aneh namanya…???? klo kata ika sih wajar aja kita mengekspresikan apa yang kita rasa, sejauh itu sesuai dan masih dalam batas2 yang bisa ditoleransi…… semua rasa ada ekspresi yang ditimbulkannya, betul begitu kang…..??? (sorry ya…untuk yang satu ini kita gak sepaham)

Klo kita harus positive thinking dalam menghadapi hidup, itu aq setuju….. walau prakteknya sangatlah sulit. karena itu tadi, kita punya rasa. Terutama wanita, perasaannya lebih berperan dari pada pemikirannya……. So..ya begitu dech…..

Duh punten kang, bukannya ika nggak mau nyuciin pakaian akang…. Orang pakaian ika aja dicuciin orng lain…he…he……..
dah nggak punya energi untuk melakukan pekerjaan yang lumayan berat gitu… kalau sekedar menata ruangan….merawat bunga….. ika masih punya waktu dan tenaga.

Hidup memang perjuangan, tapi penuh tekanan….. (bohong dech kalau gak merasa tertekan…he..he..he…) manusiawi kok!! nah perjuangannya bagaimana kita mengatasi tekanan itu, merubah tekanan menjadi kenikmatan (hayo…. jangan punya pikiran ngeres2 ya he..he…he….) kenikmatan menjalani hidup…… pekerjaan …… masalah…. agar kita bisa enjoy menjalani hidup, senikmat kita menjalani kegemaran kita, begitu kan…..????? memang senuanya berpulang pada hat, hati yang mengatur semua rasa yang kita alami….. kalau hati kita bisa berlapang menerima semua cobaan, pasti kita akan mudah melewati cobaan itu walau tetap butuh perjuangan.

Soal memberi, memang benar memberi lebih mulia dari pada menerima….. tetapi sangatlah sulit menemukan seseorang yang mau memberi tanpa mengharapkan imbalan……. hanya untuk sekedar kebahagiaan orang lain, semua harus dengan pamrih……. Walau harus diakui, bisa memberi sesuatu yang membuat orang lain itu menjadi bahagia, sangatlah membahagiakan…… Tapi untuk memulainya kadang butuh perjuangan, perjuangan melawan ego diri sendiri…. (duch dah ego…… diri sendiri pula….. bingunglah….) Perjuangan membunuh keinginan diri sendiri dibalik pemberian kita untuk orang lain.

Duch…… mani pabeulit nya kang….??? pokoknya mah gitu aja lach….. hidup “HIDUP” …. hidup “PERJUANGAN” …….. hidup “BINGUNG”……..
Gak bingungkan baca tulisan ika, kang…..???? udah atuh segitu aja dulu, yang nulisnya aja bingung !

Nov
07

Sebelumnya akang minta ijin dulu nich !!! Tapi walau nggak diizinin juga akang akan tetep nulis dech. Dari pada bengong sendiri mo tidur juga susah, kepikiran ika mulu nich hehehee….. ( pasti ika bilang Gombal dech) lagian nggak apa2 kan kalau akang beneran mikirin ika?…… Sebenarnya mo tidur nich tapi matanya nggan tertutup, tapi masih bingung mo ngomongin apa?…. Gimana kalau ngomongin HIDUP ika setuju kan ?????….. Pokoknya ika mesti setuju dech !!!!!!

Hidup….adalah hidup, namun sangat disayangkan jika hidup yang singkat ini hanya untuk sebuah hidup, hidup yang hanya hidup, tanpa adanya yang lebih hidup. Hidup…HIDUP!!!….Ach bingung,hidup BINGUNG !!!…… Kita hidup dengan peranan dan jalan masing2, namun tak sedikit dari kita yang tak menyukuri jalan dan peranan itu. Keluh, kesah dan penyesalan bahkan ada yang mengakhiri hidupnya karena tidak mampu menerima dan menjalankan peranannya. Ach…..nggak usah ngomongin yang gitu2 dech mendingan kita intropeksi diri, lihat diri sendiri…..sudahkan hidup kita menjadi lebih “hidup”?…….namun banyak sekali rintangan untuk membuat hidup kita menjadi lebih dari sekedar hidup. Perasaan dari tadi hidup mulu ya ka ?? bosen ach….ganti dengan kata lain ke (yaudah kalau bosen kata hidupnya nggak usah ika baca, pas ada kata hidupnya ika tu2p mata az pura2 nggak liat). nggak lucu yach?………

Oks dech kita kembali ke pembicaraan semula!!! Hidup……hiduplah seperti orang yang gi jatuh cinta “Jatuh cinta berjuta rasanya” (katanya…nyuplik nich…..) Tapi yang jelas bener sih jatuh cinta berjuta rasanya, indah ,indah, indah, dan indah (Ups cuman satu kali yach?…yaudah rasa yang lainnya ika cari sendiri dech).Ketika jatuh cinta hati selalu berbunga2, Apa yang kita alami akan terasa sangat menyenangkan, apa yang kita lihat akan terlihat indah, bawaanya pingin senyum mulu. minimal mesem lach…..sandal kecemplung got aza hati tetep seneng, bunga bangkai terlihat seperti bunga mawar, duit ilang sama dompetnya tetep mesem2 (yang terakhir agak sedikit gombal sich, tetep az kalau urusan duit yang ilang gi2t jari !!! Perasaan dari tadi akang sendiri yang nulis, akang sendiri yang ngomentarin, akang sendiri yang protes n akang sendiri yang menjawab. Biarin ach… siapa tw hidup akang menjadi lebih hidup).

ketika suasana hati kita tidak sedang berbunga2, misalkan sedang sedih, marah, kecewa, cape, kesal dan masih banyak persaan2 nyebelin yang lainnya. Misalkan ketika kita kecewa, kenapa kita mesti kecewa??…. sudah jelas kita kecewa kenapa harus melakukan pemborosan dengan mengekspresikan diri atas rasa kecewa itu.Namun tetaplah tersenyum, ingatlah saat2 kita sedang jatuh cinta (kalau dah pernah jatuh cinta itu juga sich, kalau belum ya liat az orang yang sedang jatuh cinta). senyum, senyum, senyum dan senyumlah (paling juga dijemput sama petugas RSJ).

Sikapi setiap bentuk negatif yang menimpa diri kita dengan hal2 dan pikiran2 yang positif, ketika kecewa berpikirlah positif, yah minimal kita menjadi tahu rasanya kecewa, dan terus, dan terus, dan terus (kok diulang2 sich?… emang harus diulang kok!!) kita tumbuhkan pikiran2 positif, kalau sudah terbiasa apapun yang menimpa diri kita otomatis pikiran yang timbul selalu pikiran2 yang positif ( Amien…..).

Hidup….hidup bukan lah sebuah tekanan, namun adalah merupakan perjuangan. Kerjaan numpuk, tiap malam lembur ( tapi duitnya nggak ikutan lembur), banyak proyek yang mesti diselesaikan dalam waktu dekat, belum lagi cucian numpuk ( maklum sich nggak ada yang nyuciin, kecuali kalau ika mau nyuciin ?) dan banyak lagi dech pekerjaan2 yang sipatnya nyebelin, dimana ketika kita melakukan pekerjan2 itu rasanya hidup ini tidak bergairah, penuh dengan tekanan (banyak khan yang kayak gini ?).pertanyaannya kenapa kita harus merasa tidak nyaman saat melakukan pekerjaan2 yang tidak kita sukai?… karena kita merasa terjajah?…

Lihatlah bagaimana bahagianya kita saat melakukan hobi, apa ada rasa tertekan??…. apa ada rasa terjajah?….yang meskipun untuk hobi itu kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit. tapi kenapa kita dengan senang hati dapat melakukannya?….. andaikan kita bisa melakukan setiap pekerjaan kita seperti kita melakukan hobi kita ( udah kebayang khan akibatnya? nggak dibayangin juga gpp ko).

Hidup…..berikanlah apa yang bisa kita berikan dengan tanpa pamrih. memberi sesuatu yang ada manpaatnya buat orang lain mempunyai kenikmatan tersendiri, akan terasa lebih nikmat lagi jika kita memberikannya tanpa pamrih. memberi, memberi, memberi dan hanya memberi demi sedikit kebahagiaanorang lain, namun kebahagiaan yang besar buat kita. Kita??????…..(pasti ika bertanya dech siapa yang dimaksud kita?).

Dah ach cape ngetiknya, lagian belepotan disana-sini maklum dech bukan penulis yang bisa merangkai kata2 yang indah dan enak dibaca, inikan cuman sedikit bercerita ( anggap az dongeng sebelum tidur).Akang tidur dulu yach, dah jam satu nich!…..Sapa tahu dapat ketemu sama ika dalam mimpi. Hehehhehehhheeee……….

Maaf ya ka e-mailnya akang tulis di blog, gpp kan?…jangan marah yach!!!!!! lagian kalau ika marah juga percumah dech soalnya udah akang posting dan mungkin dah ada beberapa orang yang baca tulisan ini.

Agu
05

adik2ku yang manis, kaka pergi dulu,

janganlah kalian nakal,

jika siang nanti kakak belum pulang,

tunggulah bersama mentari ini sampai nanti

adik2ku yang manis, ingatlah pesan Ibu bapak kita,

janganlah kalian selalu bertengkar

tunggulah kakak pulang,

do’akan kakakmu ini selamat, dan pulang dengan mimpi kalian

adik2ku yang manis, sabarlah menunggu kakak pulang,

jika senja sudah bersama kalian,..

dan akan kakak bawakan permen, coklat dan boneka barbie

, , , janganlah gusar jika kakak belum juga mengetuk pintu rumah,.

berkumpulah, menunggu kakak datang

,…………………………………………………………………

………jika nanti kakak pulang, sambutlah dengan senyum manis kalian,

akan tetapi;

adik2ku yang manis, maafkan kakak, jika boneka barbiemu belum bisa kakak ajak pulang bersama

maafkan kakak bila permen dan cokelatnya yang kakak bawa, hanya satu

berbagilah,…

semoga besok sebelum fajar , kakak tiba dirumah

dengan semua mimpi manis kita bersama

** Untuk adik2 ku tercinta : Srie, melae, dan  sikecil Ighits yang selalu minta dibeliin ikan kalau aq pulang  kerumah !!!!!!!…..**

Agu
01

Untuk seseorang yang telah ditinggalkan pergi untuk semalama-lamanya oleh sang kksh

Malam sunyi
Ku sendiri
Duduk sepi
Di atas pohon
Kubiarkan
Rambutku
Terurai

Tanpa kaki
Kelelawar
Anjing
Dan bulan purnama
Menanti
Kekasihku
Yang belum mati

Reff :
Kapan mati
Kekasihku
Kumenanti
Kau di sini
Ayo mati
Bunuh diri
Biar kita
Jumpa lagi
Seperti dulu

*suara wanita tertawa dan lolongan anjing di kejauhan*

Persoalan hidup (?)

Mana mungkin
Ku kembali
Hidup lagi
Seperti dulu
Kecuali
Engkau mati
Mohon mengerti

*suara wanita tertawa*

Nyanggakeun kanggo Neneng anu nuju Calik dina bangbarung, Anteng ngahurun bayung, Nyawang anu ngalangkung, Sedih manahna nguyung.Tos tisemet ayeuna kapayunmah tong dihulengan wea.Heheheheeee……

Untuk mendengarkan lagunya minta aja sama Neneng di liezmaya@yahoo.com atau Download di http://ighoest.multiply.com/music/item/1

Akibat Apapun yang terjadi setelah anda mengetahui lirik dan mendengar lagu ini diluar tanggu jawab kami, ini hanya rekaan belaka dan apabila ada kesamaan itu hanya semata kebetulan saja !!!!!!……..


Jul
23

Bersyukur..Bersukur..dan Bersyukur…
Alhamdulillah hirobbil alamin….

Yupz hanya kata itu yang tepat untuk kita, ketika kita me-review sandiwara kehidupan kita dimasa sekarang dan di masa lampau…

Begitu banyak orang yang tidak seberuntung kita…Begitu banyak hal-hal indah sudah kita lalui dalam kehidupan ini..dan begitu banyak anugerah yang kita terima..yang mungkin tidak pernah kita sadari sebelumnya..

Dari kisah hidup orang lain (siapapun dia) sebenarnya banyak makna tersirat yang dapat kita angkat menjadi pelajaran berharga untuk kehidupan kita..untuk perbaikan dan pedoman kita melangkah…

Yah..banyak hal yang sudah kulalui beberapa tahun terakhir ini dengan makna-makna tersendiri yang mungkin bisa kukaji untuk perbaikanku dimasa yang akan datang..

Ada kalimat yang sangat tidak asing bagiku, yang kudengar dari lirik soundtrack sebuah sinema televise(Keluarga Cemara) diwaktuku masih kanak-kanak : “Harta yang paling berharga adalah keluarga..Mutiara tiada tara adalah keluarga..Puisi yang paling bermakna adalah keluarga..”

Bagiku, hal yang menempati hatiku setelah allah SWT, Rosul dan Agamaku adalah Keluargaku..

Dari banyak kejadian yang sudah kulalui akhir-akhir ini, betapa jalinan kata-kata itu semakin berarti bagi kehidupanku..Dari keluarga aku belajar tentang kehidupan..Dari keluarga aku tau rasanya jatuh..aku tau rasanya sakit.. Dari keluarga aku tau betapa indahnya hidup ini.. dan Dari keluarga aku tau betapa aku harus bersyukur memiliki keluarga yang sangat kusayangi dan menyayangiku..yang selalu memberiku support terus menerus tanpa henti dalam kondisi apapun yang pernah kualami dan menjadi pundak yang empuk untukku bersandar dikala ku merasakan kepenatan dan kebimbangan.Seperti halnya malam kemarin ketika aq pulang kerumah tengah malam disaat sedang nyenyak-nyenyaknya tidur mereka terbangunkan oleh aq yang mengetuk-ngetuk pintu namun dengan sabar mamah membukakan pintu dengan wajah yang ramah kemudian membuatkan minum dan menyiapkan makanan padahal aq tahu waktu itu udah jam 24.15 WIB.dan tidak hanya itu mamah juga menemani aq ngobrol sampai aq tertidur.

Jul
20

Rabu malam ketika aq sedang di RSHS hpku berdering,”Hallo” sapa aq.”ieu sareng aa sanes ??….” jawabnya,ternyata yg nelpon itu adik aq.

Aq :” sumuhun, ayanaon sri ?…
Adik:”a enjing kedah kasakola jam 1 kedah tos aya disakola,sareng sri tos teu gaduh kanggo bekel”
aq:”hmm….geus duit deui wae ieumah, muhun enjing aa kadinya.upami bekel tos seep mah nambut heula we ka ai (putrana bibi) enjing aa kadinya digentosan. Sri !!! eta cingcin tong diicalnya, keun we etamah anggo ku sri”
Adik:”muhun a, enjing tong hilap nya !”
Aq:”muhun, atos heulanya sri.Assalamu’alaikum”

MAsih pagi bgt dari RSHS aq berangkat kekantor, kira2 jam 11.00 aq izin mo ke skolah adik di cikalong.karna naik umum perjalananpun lumayan lama mencapai satu jam setengah dan sesampainya disana aq nggak langsung ke sekolah tapi kerumah sodara dulu karna lumayan deket sih dari rumahnya ke sekolah makanya aq titipkan adik aq disana.

Sampai jam 13.00 lebih aq masih dirumah males bgt mo ke sekolah soalnya panas.jam 13.20 aq berangkat kesekolah pake motor soalnya males jalan walaupun jaraknya nggak begitu jaun, setibanya disekolah kebetulan acaranya baru mo dimulai cuman udah nggak kebagian tempat duduk di dalam sehingga aq bersama orang tua siswa yang lainya duduk di kursi yang disediakan di luar ruangan sambil menikmati hembusan angin dari pegunungan yang bikin mata aq ngantuk.

Sekitar 10 menitan acara baru dimulai,ketika tiba gilirannya “kepsek” yang berbicara, aq merasa kenal dengan suara itu tapi sayang aq nggak bisa liat orang yg sedang berbicara itu karna aq berada diluar ruangan sedangkan dia di dalam. kami yang diluar hanya dapat mendengar suaranya az.sampai acara selesai aq nggak buru2 pulang karna masih penasaran dengan suara yang tadi,aq menunggu sampai semuanya yang didalam keluar dengan harapan aq bisa bertemu dengan pemilik suara tadi.

Setelah yang didalam tinggal staf sekolah dan jajarannya aq melangkah kedalam dan baru az sampai pintu dari dalam udah ada yang menyapa duluan”IGUS” sambil dia menghampiriku bahkan hampir memeluk aq, ada sedikit resah juga sih dipeluk ma ibu2 didepan para guru lagi hehhehe….
Setelah kami selesai meluapkan kegembiraan karna sedah 3 tahun nggak ketemu dan sekarang ketemu dengan tidak diduga awalnya beliau memperkenalkan aq pada semua staf dan guru disana.setelah bersalaman dengan semua yang ada disana aq diajaknya ke ruangan beliau.sambil jalan beliau bertanya” gus saha didieu?……”, “rayi bu” jawabku singkat. “saha jenenganna rayi teh?….”, “Sri Nurapratawi”.

Sesampainya diruanganya aq dipersilahkan duduk oleh beliau,kemudia kami ngobrol dan beliau bilang mo pensiun bulan september, selama 3 tahun di sman 1 cikalong wetan beliau bilang ke aq telah berhasil membangun ini, membangun itu lach dsb. 5 menit kemudia tanpa diduga seseorang membawakan minuman & makanan yang nggak sedikit buat aq dan beliau, aq merasa jadi orang penting bgt nich hari ini gimamku dalam hati (Kayaknya tuh makanan bawa siswa2 baru yang sedang MOPD) setelah cukup lama ngobrol akhirnya aq juga pamitan karna dia juga mo berangkat kebali. “gus upami aya nanaonmah dongkap we kadieu tepangan pak……..(namanya lupa lagi)”