Perjalanan Panjang
Perjalanan Hidup Seorang I Ghoest Nurapratama “T@m@”

Menunggumu

Sebenarnya aku udah janjian sama dia sejak dari hari sabtu bahwa kita akan ketemu pada hari senin.kami sepakat ketemu setelah shalat ashar di tempat yang telah kita setujui. kebetulan hari senin aku mesti ke belant tuk mengambil civi dan aku pikir sekalian aja ntar pulangnya aq temuin dia di tempat yg telah di sepakati.

Senin itu aku keluar dari kantor sekitar jam 13.00 ,tak terasa lamanya perjalanan sekitar jam 14.00 aku udah nyampai di belant walaupun aku mesti kehujanan. Karna hujan lumayan lebat dan ada sedikit kesalahan dalam penulisan dokument akhirnya aku menunggu sampai dokument itu selesai.selagi menunggu aku baca-baca koran sambil sekali-kali meminum air kopi yang di sajikan tuk aku.

karna jam 15.00 hujan belum juga reda dan dokument yang aku butuhkan belum selesai akhirnya aku nelpon dia kerumahnya,tadinya aku mo batalin pertemuan itu karna aku kira disana juga pasti hujan dan aku ga tega kalau dia mesti hujan-hujanan.ketika aku telpon kerumahnya yang jawab itu ibunya,langsung aja aku nanyai dia.tapi ibunya malah malik nanya “ini sama siapa” lalu aku jawab ini sama tama,”tama mana? aku bilang temennya ….eh dia masih juga nanya temen kerja atau temen school ? ahirnya aku jawab aja temen sekolah .aku kira pertanyaanya dah cukup ternyata ibunya masih juga nanya tama yang dimana? cibeureum jawabku singkat.setelah itu baru ibunya bilang bahwa anaknya lagi mandi.terus ibunya bilang ntar aja telpon lagi. Makasih bu jawabku kemudian telponnya ditutup.

sekira jam 15.30 dukument yang aku butuhkan udah selesai dan hujanpun udah agak reda tanpa lama menunggu akhirnya akupun pamitan pulang.lamanya perjalanan ga usaj diceritakan, singkatnya cerita aku sampai disana. Aku sengaja tidak nunggu di tempat yg telah kami tentukan, tapi aku menunggu di sebrangnya.karna waktu itu aku liat disana juga ga ada siapa-siapa.Tanpa aku sadari aku menoleh pada seseorang yang baru keluar dari gang dan dia kelihatannya gelisah, kayak yang sedang menunggu seseorang dan selalu melirik-lirik pada tempat yang telah kami janjikan tuk ketemu.

Ketika itu juga aku sudah mengira pasti dia orangnya yang sedang aku tunggu, tapi aku nggak menyapanya karna takut salah orang.sambil berjalan-jalan akhirnya ia mendekat ke aku dan jarak dia dari aku kira-kira 2 meter.Waktu itu aku masih duduk diatas motor dan juga masih memakai helm tertutup.setelah sekitar 10 menitan g ada yang dating juga pada tempat yang telah aku sepakati ma dia tuk ketemu akhirnya aku balik ke kantor.

sesampainya di kantor kemudia aku telpon dia. Nov…kamu itu yang mana???yang pake switer pink y?terus pake kacamata? Kemudian dia jawab “ko kamu tw sih mang kamu dimana?” aku yang tadi didepan kamu,tadi di depan kamu ada yang pake motorkan itu aku jawabku.

Terus sekarang gimana?apa aku mesti kesana lagi ,Tanyaku !!! nggak usah aku juga mo pulang,kebetulan sekarang aku mo ke rumah sodara di kebonkopi kita ketemu disana y .waktu itu aku kira dia akan naik nagkot makanya aku langsung az nunggu dia didepan,tapi dah sekitar 10 menitan dia blom juga datang. Akhirnya aku pulang, dan ketika pulang itu aku melihat dia udah nunggu di pinggir jalan.

kemudian akupun menghampirinya……(akhirnya kita ketemu dechhhhhhhhhhhhh……..) untuk selanjutnya gak usah diceritain, tentunya anda-anda semua sudah punya bayangan masing-masing !!!!!!

4 Responses to “Menunggumu”

  1. tapi ibunya malah malik nanya “ini sama siapa,;)) tos kapastian hiji sepuh bakal naros kitu saupami ,aya nu:)] ka putrina , eta ges ngajadiken 1 ciri sepuh nu ngarti tur ngayomi ka kulawarga.
    kd kasep ulah janten renghat manah ,ku sepuhna ;) ) insa,aloh hidep ge kapayun bakal ka,alaman jadi kolot ,ker anak -anak
    manawi bahan katampi eta hiji pangalaman diri simkuring

    ==> Haturnuhun kang !!!!

  2. Diantos dipengkolan anu teu lempeng pangintennya kang=))
    Iraha atuh bade nepangan simkuring….???

  3. wah..jangan janjian dipinggir jalan dong…langsung aja jumpain bokapnya …
    ==>> perlunya juga dengan anaknya tie, ngapain nemuain bokapnya segala

  4. Wah harusnya diceritain tuh kelanjutannya, soalnya dalam bayangan gue, kalian ….*censored*


Leave a Reply